Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Mei 2010

Hujan Meteor Tahun 2010


Hujan meteor merupakan sebuah fenomena alam (astronomi) yang menakjubkan. Dan fenomena alam hujan meteor itu kembali terjadi di bulan April 2010. Mulai 16-26 April 2010, tengah malam, bisa menyaksikan hujan meteor Lyrids yang akan mencapai puncaknya pada 21-22 April 2010. Saat itu, sekitar 10-20 meteor akan muncul setiap jamnya.

Hujan meteor Lyrids dapat disaksikan dengan mata telanjang mulai tengah malam hingga menjelang dini hari. Fenomena hujan meteor Lyrids terlihat di belahan bumi bagian utara dan ekuator termasuk Indonesia. Lintasan meteor Lyrids dari timur laut dan utara ke arah barat.

Meteor Lyrids yang termasuk kategori meteor sedang merupakan sisa-sisa debu komet Thatcher (1860 I), yang ditemukan pertama kali pada tahun 1861. fenomena hujan meteor lyrids ini terjadi karena bumi berevolusi melewati sisa debu lintasan komet Thatcher. Kemudian debu tersebut menembus atmosfer dan terbakar.
Titik pancar hujan meteor Lyrids berasal dari rasi bintang Lyra yang letaknya di atas horisan dan langit sebelah timur laut. Karena itu hujan meteor ini dinamakan Lyroids.


Selain pada April, di tahun 2010 akan terjadi beberapa hujan meteor berkategori sedang hingga besar. Pada bulan Juni 2010 akan dapat disaksikan hujan meteor Tuminid. Kemudian kita dapat menyaksikan hujan meteor Saurid pada bulan Oktober dan juga menyaksikan hujan meteor Leolid yang merupakan fenomena hujan meteor terbesar di tahun 2010.

Fenomena Alam

1. Moonbows / Pelangi Bulan


Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS. ( en.wikipedia.org )

2. Noctilucent Cloud / Awan Noctilucent


Awan Noctilucent adalah awan yang sangat tinggi secara atmosfir yang membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi/menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak. ( en.wikipedia.org )

3. Aurora Borealis


Pada belahan dunia selatan juga dikenal dengan nama Aurora Australis, Aurora Borealis adalah partikel bermuatan listrik dari matahari yang telah mencapai bagian teratas atmosfir bumi dan menjadi sangat aktif. Aurora biasanya sering terlihat di daerah dekat kutub dan pada waktu dimana siang dan malam sama panjang. ( en.wikipedia.org )

4. Sun Pillars / Pilar Matahari


Sun pillars / pilar matahari timbul ketika matahari yang tenggelam memantulkan tinggi awan es pada lapisan yang berbeda. Hal ini menghasilkan pilar cahaya yang tinggi menjulang hingga ke langit. sangat mungkin juga untuk menyaksikan moon pilar atau pilar bulan. ( en.wikipedia.org )

5. Virga


Virga adalah fenomena yang terjadi saat kristal es di awan jatuh, namun menguap sebelum menyentuh tanah. Virga muncul seperti ekor / jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur. ( en.wikipedia.org )


6. Fire Rainbow / Pelangi Api


Fire rainbow adalah fenomena yang sangat jarang yang muncul hanya pada saat matahari sedang tinggi yang membuat sinarnya melewati awan cirrus yang tinggi yang berisi kristal-kristal es.

7. Ball Linghning / Bola Petir


Ini adalah fenomena yang sangat langka yang melibatkan petir / kilat berbentuk bola yang bergerak lebih lambat dari kilat normal. Telah dilaporkan besar dari bola petir ini sebesar 8 kaki dan dapat menyebabkan kerusakan parah. Ada laporan bahwa ball lightning menghancurkan keseluruhan bangunan.

Hujan Meteor Lyrids Warnai Langit Malam Indonesia

Fenomena alam Hujan Meteor Lyrids yang terjadi pada tahun ini, ini bukanlah fenomena yang biasa tapi cukup bisa di bilang luar biasa karena terjadinya tidak setiap bulan hanya akan terjadi tahunan saja. Semestinya di indonesia kejadian dari salah satu kekuasaan Tuhan selain keberadaan Sungai di Bawah Laut Mexico dapat di lihat pada langit indonesia lepas tengah malam ini, namun sayang sekali pada malam ini saya lihat langit di bandung cukup gelap karena terjadi turun hujan air mulai sore tadi.

Kalau menurut dari peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional(Lapan) bernama Thomas Djamaluddin, puncak indah nya Hujan Meteor Lyrids akan terjadi pada tanggal 21-22 April 2010 kita bisa dapati jika memang memungkinkan bakalan ada sekitar 10 meteor yang melintas indah di atas langit malam setiap jam nya. Waaah pengen lihat nih mudah-mudahan saja langit malam di bandung pada puncak hujan meteor tersebut tidak mendung, siapa tahu kan bisa melihat dengan jelas fenomena alam ini.



Thomas Djamaluddin mengatakan, “Biasanya pada saat-saat tertentu terjadi lonjakan meteor, tapi tahun ini normal,” coba yah tahun ini ada kenaikan jumlah meteor yang terlihat, pasti akan lebih banyak yang muncul di setiap jam nya. Penemuan Meteor dari komet Tatcher tersebut mulai di ketahui dan di teliti sejak 2600 tahun lalu, wiw ane belum di rencakan untuk dilahirkan tuh kayaknya. heheh

Jika menurut para peneliti Lapan Indonesia, hujan meteor tahunan yang dapat terlihat tahun 2010 ini bisa kita lihat dengan posisi di dekat rasi Lyra, letaknya di antara horison hingga atas langit sebelah timur laut. Dengan kondisi sudah mulai memasuki musim kemarau dan hujan juga sudah mulai berkurang(waah di bandung masih sering hujan tapi) hujan meteor lyrids ini dapat dilihat tanpa terhalang oleh awan, ya jika tidak mendung atau akan turun hujan. Kira-kira kita bisa melihat nya mulai pukul 01:00 selepas tengah malam sampai menjelang subuh deh pokoknya.

Fenomena dari Hujan Meteor tahun 2010 ini dapat dilihat dengan cukup jelas sekali di kawasan bumi di belahan utara, mungkin di indonesia yang berada di daerah Garis Khatulistiwa dan posisi terjadi nya fenomena tahunan ini berada di horison maka agak sulit terlihat namun tetap bisa terlihat walau agak terhalang oleh pepohonan, begitu deh kira-kira ungkap salah satu astronom dari Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar.

Menurut para peneliti atau astronom yang memperhatikan kejadian alam ini yang terjadi setiap 415 tahun dekat bumi merupakan kejadian yang sudah biasa, tetap saja bagi orang awam seperti saya ini merupakan sebuah kejadian yang cukup luar biasa siapa tahu bisa minta Clara Adelin Supit ketika meteor tersebut melintas diatas langit malam(hahahah).

Hujan meteor tahunan ini terjadi akibat lapisan es pada komet mencair ketika lintasan orbit nya mendekati matahari, partikel debu, es, batu yang dihasilkan komet tersebut terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi. Menurut Evan, tahun 2010 ini ada 11 hujan meteor yang besar termasuk Lyrids. Setiap tahun, bumi disiram sekitar 25 ribu ton debu angkasa.